Thursday, March 26, 2015

Masih perawankah bila jari tangan masuk ke vagina?

Masih perawankah bila jari tangan masuk ke vagina?
Assalamu’alaikum Pa Ustad. sebenarnya saya malu untuk bertanya, tapi saya memberanikan diri. saya br putus 1 bulan yang lalu dengan pacar saya, saya sudah pacaran selama 2 tahun. selama pacaran saya pasti ke rumahnya.setiap saya kerumahnya selalu orang tua ngertiin, bahkan ninggalin saya dan pacar saya di ruang tamu.dalam kesempatan itu saya selalu melakukan cumbu sampi horni, bahkan jari2 saya masuk ke Vagina pacar saya …. kejadian ini berlangsung slm 2 tahun. Apakah Cwe saya masih perawan Pa? Sekarang cwe saya sudah pindah ke lain hati, yang lebih menyakitkan hati adalah sekarang cwe saya pacaran lagi sama pria yang sudah beristri.
Jawaban M Shodiq Mustika:
Wa’alaykumus salam.
Ya, putus hubungan cinta memang menyakitkan. Apalagi bila hubungan itu sudah segitu lama, sampai dua tahun. Apalagi pula, sudah begitu dekatnya kalian dengan perbuatan zina.
Sebenarnya, dua bulan yang lalu aku sudah membicarakan kasus serupa. Namun, berhubung ini merupakan tema yang penting dan menarik, aku tak keberatan untuk menambahkan penjelasan.
Hanya saja, aku mau interupsi dulu.
Aku tidak sependapat bahwa orangtua yang membiarkan anaknya begitu saja tanpa pengawasan hingga mendekati zina dikatakan “penuh pengertian”. Seharusnya, yang benar-benar penuh pengertian ialah yang melindungi anaknya dari berbagai keburukan, termasuk perihal mendekati zina itu. “Hai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. …” (QS at-Tahriim [66]: 6)
Demikian interupsiku. Kini, kujawab pertanyaanmu.
Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, menjelaskan (Kompas Cyber Media, 10 Maret 2004):
Perawan tidaknya seorang wanita bukan ditentukan oleh utuh tidaknya selaput dara, melainkan oleh pernah tidaknya melakukan hubungan seksual. Artinya, wanita yang telah melakukan hubungan seksual disebut tidak perawan. Di pihak lain, wanita yang tidak pernah melakukan hubungan seksual tetapi selaput daranya robek karena melakukan masturbasi dengan memasukkan benda padat ke dalam vagina, tetap disebut perawan.
Yang dimaksud dengan hubungan seksual itu adalah masuknya alat kelamin pria ke alat kelamin wanita. Jadi, masuknya jari-jari ke vagina itu tidak menghilangkan keperawanan.
Sungguhpun demikian, aktivitas tersebut BUKAN tergolong pacaran sehat. Sebab, disamping berdosa lantaran mendekati zina, perbuatan seperti itu dapat mengoyak selaput dara si cewek.
Terkoyaknya selaput dara itu dapat mengakibatkan perdarahan dan bisa pula tidak. Dokter Iwan menerangkan:
… selaput dara seorang wanita kondisinya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada wanita yang memiliki selaput dara yang tipis sehingga apabila melakukan hubungan seksual akan lebih mudah pecah tetapi ada pula wanita yang memiliki selaput dara yang kuat sehingga akan tidak mudah pecah. Pecahnya selaput dara juga tidak harus melalui hubungan seksual saja, bisa juga melalui aktifitas olahraga, benturan, senam dan sebagainya.
Bentuk selaput dara yang dimiliki oleh satu wanita dengan wanita yang lainnya juga tidak sama. Jika ia memiliki selaput dara yang kaya akan pembuluh darah, otomatis jika selaput dara itu pecah akan terjadi pendarahan yang cukup banyak. Sebaliknya jika selaput dara tersebut tidak memiliki pembuluh darah otomatis ketika pecah juga tidak menimbulkan pendarahan. Jadi pendarahan pada saat hubungan seksual tidak bisa dijadikan tolak ukur menilai keperawanan seorang wanita, justru pendarahan bisa saja terjadi karena pengencangan atau ketegangan pada vagina yang sering disebut sebagai kelainan vaginimus pada saat hubungan seksual dan jika selama melakukan hubungan seksual tidak menimbulkan ketegangan pada vagina tetapi dapat menikmatinya bersama maka kemungkinan terjadi pendarahan sangat kecil bahkan tidak ada. So.. jangan heran jika ada wanita yang telah berulangkali melakukan hubungan seksual namun sama sekali tidak pernah mengalami pendarahan sama sekali.
Warta Medika menegaskan:
Hymen atau selaput dara bukanlah indikator mutlak keperawanan seorang gadis. Selaput dara bisa saja sudah robek tetapi si gadis masih perawan, atau sebaliknya, selaput dara tidak robek padahal si gadis sudah tidak perawan. Hal ini bisa terjadi karena definisi “tidak perawan” adalah pernah melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis, tidak peduli apakah selaput daranya robek atau tidak.
Hymen adalah lapisan mukosa yang mengelilingi atau menutupi sebagian dari muara vagina. Lapisan tersebut, seperti halnya mukosa vagina, juga mempunyai pembuluh darah dan pembuluh saraf. Oleh sebab itu, robekan pada hymen seringkali diikuti dengan perdarahan dan rasa nyeri.
Pada saat seorang gadis baru memasuki usia sekolah, selaput dara masih tipis dan bahkan hampir tembus cahaya. Oleh karena itu, pada usia ini, selaput dara lebih mudah mengalami robekan, terutama akibat olahraga seperti berkuda, bersepeda, atau senam.
Setelah pubertas, akibat pengaruh hormon estrogen, hymen akan sedikit menebal dan berwarna merah muda. Tapi perlu diingat bahwa ketebalan, bentuk, dan elastisitas hymen berbeda-beda pada setiap wanita.
Demikianlah jawabanku atas pertanyaanmu. Jelas, bukan

Mitos Keperawanan, bener gak sih?

Saya sering mendengar mitos dikalangan para remaja bahwa seorang wanita yang sudah tidak perawan dapat diketahui dari tanda-tanda fisiknya seperti pantat yang turun, payudara yang mengendur, atau cara berjalan yang lurus. Pertanyaannya apakah mitos tersebut memang sepenuhnya benar? dan pertanyaan berikutnya yang sering saya jumpai juga adalah, apakah pendarahan yang dialami pada saat malam pertama oleh seorang gadis merupakan suatu tanda telah pecah selaput daranya? Lantas bagaimana jika tidak terjadi pendarahan? Apakah sang gadis perlu dipertanyakan keperawanannya?
Mitos sebenarnya adalah sebuah pemahaman yang berasal dari budaya-budaya di lingkungan dimana pemahaman tersebut sebenarnya keliru tetapi karena dipercaya oleh sebagian masyarakat sehingga menjadi seolah – olah benar, begitu juga dengan mitos keperawanan. Selama ini masyarakat berpendapat bahwa keperawanan seseorang akan hilang ketika terjadi suatu aktivitas seksual berupa hubungan seksual dimana akan menyababkan pecahnya selaput dara, padahal selaput dara seorang wanita kondisinya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada wanita yang memiliki selaput dara yang tipis sehingga apabila melakukan hubungan seksual akan lebih mudah pecah tetapi ada pula wanita yang memiliki selaput dara yang kuat sehingga akan tidak mudah pecah. Pecahnya selaput dara juga tidak harus melalui hubungan seksual saja, bisa juga melalui aktifitas olahraga, benturan, senam dan sebagainya.
Bentuk selaput dara yang dimiliki oleh satu wanita dengan wanita yang lainnya juga tidak sama. Jika ia memiliki selaput dara yang kaya akan pembuluh darah, otomatis jika selaput dara itu pecah akan terjadi pendarahan yang cukup banyak. Sebaliknya jika selaput dara tersebut tidak memiliki pembuluh darah otomatis ketika pecah juga tidak menimbulkan pendarahan. Jadi pendarahan pada saat hubungan seksual tidak bisa dijadikan tolak ukur menilai keperawanan seorang wanita, justru pendarahan bisa saja terjadi karena pengencangan atau ketegangan pada vagina yang sering disebut sebagai kelainan vaginimus pada saat hubungan seksual dan jika selama melakukan hubungan seksual tidak menimbulkan ketegangan pada vagina tetapi dapat menikmatinya bersama maka kemungkinan terjadi pendarahan sangat kecil bahkan tidak ada. So.. jangan heran jika ada wanita yang telah berulangkali melakukan hubungan seksual namun sama sekali tidak pernah mengalami pendarahan sama sekali.
Kemudian tanda-tanda fisik berupa perubahan bentuk payudara, pantat, dan cara berjalan lurus yang dianggap sebagai tanda wanita sudah tidak perawan juga tidak bisa dibuktikan secara ilmiah,oleh karena perubahan diatas bisa terjadi apabila seorang wanita telah mengalami kehamilan dan persalinan. Sehingga kalau hanya melalui hubungan seks saja ciri-ciri fisik tersebut tidak dapat dijadikan suatu tanda bahwa wanita tersebut sudah tidak perawan.
Pesan saya terhadap para remaja putri, selama bisa menjaga diri dari pergaulan seks bebas serta menjaga cara perpacaran yang sehat maka tidak perlu khawatir akan masalah keperawanan. Ingatlah bahwa wanita ibarat telur diujung tanduk. Keperawanan adalah harta yang paling berharga bagi seorang wanita jadi harus dijaga sampai ke pelaminan, karena selaput dara yang sudah pecah tidak mungkin dapat dikembalikan secara utuh seperti sediakala. Sekali pecah tetap pecah, kalaupun dapat diperbaiki melalui jalan operasi dengan selaput dara palsu dan pembuluh darah tiruan namun tetaplah tidak akan pernah seutuh seperti sedia kala dan yang lebih tahu tentang keperawanan seorang wanita adalah wanita yang bersangkutan itu sendiri. Sedangkan pemahaman masyarakat khususnya kaum pria yang dapat menilai keperawanan seorang wanita melalui ciri – ciri fisiknya adalah suatu asumsi semata. (dr. iwan)

22 Comments:

At 9:36 PM, Blogger Faniez said...
Artikel yg bagus, saya juga pernah baca artikel serupa dulu.. Tapi sayangnya masyarakat -terutama yg berpendidikan rendah- masih belom benar2 mengerti.
Sampe2 kakaknya temen saya kmrn cekcok habis nikahan gara2 dikira udah pernah ML sama org laen sebelum sama suaminya, padahal itu krn pernah jatoh pas naek sepeda... :-s


-blog.faniez.net-
At 4:41 PM, Blogger Wira said...
di indonesia telah hadir pakar medis yang mendalami tentang peremajaan vagina denganmetode laser ( hymenoplasty,operasi mengembalikan keperawanan, labioplasty untuk memperbaiki struktur vagina yang rusak. dsb) untukjelasnya bisa dilihat di http://lvr.rshappyland.com
At 10:24 AM, Blogger meta said...
ih serem juga ya dok klo pecah..berarti dah gak perawan lagi ya dok...Q jg mau ati2 deh...kan umurq br 18thn dok
At 1:47 PM, Blogger Arzeta Azalea said...
Saya dengar seorang wanita yang tidak mengeluarkan darah di vaginanya pada malam pertamanya tidak dapat dijadikan patokan bahwa wanita itu sudah tidak perawan sebelum menikah.
Tapi apakah jika pada saat pertama kali melakukan hubungan suami istri, suami tidak sulit melakukan penetrasi berarti si wanita sudah tidak perawan sebelumnya? karena mnrt perbincangan dengan teman lelaki yg sudah menikah, mereka rata2 bilang pada awalnya agak sulit utk melakukan penetrasi. saya khawatir, jika nanti suami tidak kesulitan penetrasi awal pada malam pertama ia akan curiga kalau saya tidak perawan lagi. tks..
At 1:54 PM, Blogger SonOfBorneo said...
trimakasih dok..1 lg yg ingin saya tnyakan,tmpo hari saya dan pacar saya iseng petting dan ternyata kami ingin mlakukan hubgn intim lbh dalam,pacar saya bilang dia mgkn sudah tidak perawan krn prnah jatuh dari sepeda dan vaginanya berdarah,tp ternyata wktu saya melakukan penetrasi pada alat vital pacar saya(sudah masuk separuh lebih),tiba2 dia bilang sakit dan akhirnya mngeluarkan darah banyak sekali Dok,darahnya kental skali dan tidak sprti kbanyakan darah perawan yg saya baca di artikel2.tlg saya knp bisa bgitu dan apakah ada kmungkian bhwa pacar saya masih virgin??
krna jika mmang darah perawan maka saya sungguh sangat menyesal sekali..
saya tunggu jwbnya Dok..
Best Regards
M32T
n3m3sys32@gmail.com
At 11:21 AM, Blogger miss said...
sepasang suami isteri melakukan hubungan pada malam pertama.tp masih tidak ada darah.si suami langsung menuduh si isteri pernah melakukannya sebelun ni.sedangkan itulah kali pertama si isteri melakukannya.boleh dr terangkan?bagaimanakah caranya si isteri ingin menjelaskan kepada suaminya supaya suaminya lebih memahami.dan supaya rumahtangga mereka dapat diselamatkan.
At 9:33 PM, Blogger angel three said...
dok, saya mau tanya.. seberapa dalam letak selaput dara itu dari permukaan vagina? soalnya saya pernah iseng memasukkan ujung jari saya ke lubang vagina saya dan saya tidak merasa sakit.. apa itu bisa menyebabkan hilangnya keperawanan??

satu lagi dok, apa masturbasi itu (dalam hal ini hanya menyentuh/menggesek klitoris dan sekitarnya) bisa menyebabkan hilangnya keperawanan?

terima kasih dok,
saya tunggu balasannya

karenchiputih@gmail.com
At 12:30 PM, Blogger Liza's bLog said...
dok, saya punya teman...
katanya cowoknya pernah memasukan ujung jarinya ke dalam vaginanya.

yang mau saya tanyakan apa dia itu masih perawan atau tidak?
dan dia juga bilang, saat itu tidak ada keluar darah sedikitpun.

satu lagi, seperti yang sudah di tanyakan oleh teman2 diatas, seberapa jauh letak selaput dara itu?

saya tunggu ya dok jawabannya.
At 10:35 AM, Blogger nurinda said...
saya punya teman, katanya pacarnya dulu sering memasukkan ujung jari ke lubang vaginanya dan tidak berdarah.. apa itu bisa menyebabkan hilangnya keperawanan/rusaknya selaput dara??

satu lagi dok, apabila hanya menyentuh/menggesek vagina dan sekitarnya bisa menyebabkan hilangnya keperawanan?

terima kasih dok,
saya tunggu balasannya
rindamidagmail.com
At 10:56 PM, Blogger dewi wulan said...
artikel ini perlu untuk mereka2 yang masih belum mengerti sepenuhnya tentang masalah keperawanan seorang wanita, semoga bermanfaat untuk kita semua..
terima kasih banyak dok telah menulis artikel ini...
At 12:07 PM, Blogger nhagin said...
pak saya mau tanya saya dulu waktu umur saya sekitar 7tahun saya pernah mengalami seuatu kejaiadan yang sangant aneh, tiba2 vagina saya berdarah sewaktu saya dan oleh ibu saya di bawa ke dokter umum saja, soalnya waktu itu di daerah saya amat jauh bila mau ke doktr spesialisnya, tapi waktu di periksa katanya tidak terjadi apa2 dan vagina saya tidak kenapa2, yang saya tajutkan waktu itu karena berdarahnya seperti orang yang sedang menstruasi, tapi ke jadian itu hanya satu hari saja. setelah itu tidak ada lagi,
yang saya takutkan apakah akan terjadi sesuatu pada diri saya.

pertanyaan kedua : apabila vagina di gesekan dengan penis pria akan menimbulkan hilangnya keperawanan??? terus yang di maksud dengan selaput dara itu di sebelah mana??? dan seberapa dlamnya kekuatan selaput dara tersebut??
Dan apakah bila jari dimasukan ke vagina akan terjadinya kehilangan keperawanan kita????

sebelumya terimakasih dok, tolng berikan saya jawaban nya. terimakasih saya tunggu.
At 10:58 AM, Blogger artikel said...
artikel yang sangat menarik.... thanx yaw dok... salam kenal dari nheyna... aku tunggu artikel artikel yang berikutnya.....
At 2:47 AM, Blogger cutie_pink said...
dok, saya punya teman...
katanya cowoknya pernah memasukan ujung jarinya ke dalam vaginanya..bahkan sering banget...
katanya sih waktu awal itu ada sempat keluar darah tapi dikit ji..yang mau saya tanyakan apa dia itu masih perawan atau tidak??
apakah hal itu aman dilakukan trus??

trus apabila hanya menyentuh/menggesek vagina dan sekitarnya bisa menyebabkan hilangnya keperawanan??
At 2:59 PM, Blogger restiannasimanjuntak said...
thanx ya pak dokter atas informasinya...
saya kagum pada bapa,karna bapak telah berhasil membuat pandangan yang berbeda dengan keperawanan..
yang mau saya tanyakan, apakah dengan melakukan hubungan seks kepada seorang laki2 dapat menghilangkan keperawanan seorang wanita,sedangkan wanita tersebut tidak merasakan bahwa si lelaki telah merusak keperawanannya?
thanx pak dokter..
At 6:27 PM, Blogger andre said...
dok saya mau nanya? saya membuktiin keperwnan tunangan saya dgan cara memskn jari saya ke vagina dia. sesdah saya mskin tidh kelur drh sedkitpun dri vagina dia. dan yg mengherankn lgi vagina dia thu sudh tidh utuh, ada bagian vagina yg keluar menonjol. tpi dia tetap kekeh bhwa dia msih perwn. yg saya pengen tanyakn? (1) apa dia emang bner2 msh perwan walaun jari saya sudh saya mskin ke vagina tapi ngak keluar darh? (2)dan apa dia msh perwn walaupn vagina dia sdh tdk utuh lgi?
mohon penjlsan dr dokter.

saya tunggu jawabn dri dokter, ini sang pent bg saya? trim.......
At 6:14 PM, Blogger beb said...
dok, mau tanya ni..

dulu waktu saya mandi. saya mencuci vagina saya dengan sabun, dan nggak sengaja jari saya masuk kedalam lubang vagina..
terus waktu saya buang air kecil, keluar darah seiring urine nya keluar..

apa itu tanda-tanda keperawanan saya sudah pecah karena ujung jari saya tadi..??

tolong di jawab ya dok, ke
yuliensaputri_dwi@yahoo.com
At 12:01 PM, Blogger sasa said...
dok saya mau nanyak..
kalok pernah memasukkan jari ke miss V tapi miss V gak mngeluarkan darah,,apakah keperawanan masih ada ato udah hilang?
At 1:51 PM, Blogger sasa said...
dok saya mau nyak...
apakah selaput dara masih tetap baek jika pernah memasukkan jari ke miss V,,tapi miss V tidak mngeluarkan darah....
At 3:50 PM, Blogger muhammad said...
dok.....apa masturbasi itu (dalam hal ini hanya menyentuh/menggesek klitoris dan sekitarnya) bisa menyebabkan hilangnya keperawanan?
At 2:51 PM, Blogger BLOG SD NEGERI 12 LAHAT said...
terimakasih dok, atas infonya.
saya baru menikah beberapa bulan ini. dan saya mengalami apa yg ada didlm artikel ini. miss v sya tdk mengeluarkan selaput darah. hhmm,, sya dn suami hnya bisa diam dan tmbul tnda tanya ?!
akhirnya, pd saat saya baca Blog dr.iwan ini. sya sdkit paham dan mngerti.
terimakasih y dok.
At 7:10 PM, Blogger adinda permata said...
dok, saya pernah melakukan hubungan ml secara tidak langsung melalui hp hanya dengan mendengarkan suara dan membayangkannya. tp saya terbawa sampai saya seperti melakukannya beneran. saya jg mengalami kontraksi saat melakukannya melalui hp. setelah be2rapa bulan, kt teman saya, badan saya berubah. pantat saya turun gk berbentuk melingkar lagi yg sebelah kanan dan kiri. malah kayak ibuk2. pundak saya jg gk tegak lagi dok. lalu saya nyari2, akhirnya saya olg buat mengencangkan pantat sya. tp gk berhasil. hanya terangkat melalui tulang punggung karena sudah olga situp terbalik dan melakukan body performance dan lain2nya yg berhubungan dengan olga pengencang pantat. bagaimana solusinya dok agar pantat saya naik lagi dan kencang lagi dan gk kayak ibuk2 lagi. saya stress dok dengan badan kayak gini. pakai rok kelhatan, pakai celana kelihatan. akibat olga itu juga, punggung saya sakit saat berdiri. karena sya harus mengikuti alur punggung yang melengkung bukan mengikuti pantat saya. kecuali kalau saya pakai celana ketat untuk menahan punggung dan pantat saya. cuma itu jg menyiksa. saya keskitan dok. apa solusinya dok? dan apakah vagina sy udah gk rapat lagi karena kontraksi yg saya rasakan saya lakukan sehingga pantat dan pundak sya seperti ibu2 dok?? mohon dengan sangat solusi untuk mengembalikan bentuk pantat saya lagi dok.
At 5:36 PM, Blogger zaki zero said...
assalamualaikum dok ...
saya mau tanya dok, saya jga pernah iseng2 ma cwek saya untuk melakukan hubungan intim, karna menurut saya cwek saya itu dah g perawan, soalnya payudara dan pantatnya sudah kendor kebawah, dan vaginanya bisa di masukin jari ampe 3 jari muat dok, dan kalo di masukin punya saya hanya separoh dan klo di paksa keluar darah pe sedikit dok dan itu pun kental, apakah itu bisa dinamakan udah g perawan ... mkasih dok

z4kiy48@gmail.com
sumber